Working Weekends on Organic Farms

By admin
In Profil
Apr 5th, 2016
0 Comments
728 Views

Organisasi WWOOF terbentuk pada musim gugur tahun 1971 di Inggris. Saat itu, Sue Coppard, seorang sekretaris yang hidup dan bekerja di London, menyadari keinginan orang-orang seperti dirinya yang tidak tahu bagaimana cara atau memiliki kesempatan untuk mengakses daerah pedesaan atau bagaimana cara mendukung gerakan organik.

Sejarah WWOF

Awalnya Kepanjangannya adalah Working Weekends on Organic Farms  ‘Bekerja di Akhir Pekan dengan Bertani Organik’, organisasi WWOOF terbentuk pada musim gugur tahun 1971 di Inggris. Saat itu, Sue Coppard, seorang sekretaris yang hidup dan bekerja di London, menyadari keinginan orang-orang seperti dirinya yang tidak tahu bagaimana cara atau memiliki kesempatan untuk mengakses daerah pedesaan atau bagaimana cara mendukung gerakan organik.

Ia mulai mencoba menjalankan idenya bersama empat orang yang bersedia bekerja pada akhir pekan di sebuah ladang pertanian biodinamis di Emerson College, Sussex, yang diatur melalui sebuah perjanjian dengan Soil Association yaitu sebuah badan amal terbesar di Britania Raya yang mengampanyekan kesehatan, kemanusiaan dan pengolahan tanah untuk pertanian, perkebunan, dan sebagainya dengan secara berkelanjutan’. Akhir pekan itu menjadi momentum kesuksesan yang besar dan segala sesuatunya diperoleh dengan sangat cepat. Tak perlu memakan waktu lama, banyak petani dan pengusaha yang mau menyediakan lahan bagi orang-orang yang ingin bekerja di ladang pertanian mereka atau disebut peserta organisasi WWOOF dengan imbalan makan dan tempat menginap. Antara pemilik lahan dan peserta organisasi WWOOF dapat menjalin hubungan pertemanan yang baru dan menikmati pengalaman dengan saling membantu dan membagi pengetahuan.wwoof-locations

Awal Mula Organisasi WWOOF

Organisasi WWOOF berkembang cepat di Inggris dimana organisasi ini menyesuaikan sistem-sistemnya untuk dapat memenuhi kebutuhan para pesertanya dan pemilik lahan. Organisasi WWOOF ini fleksibel, mudah beradaptasi, dan selalu memberi manfaat besar karena masukan dan tanggapan massa yang antusias. Organisasi WWOOF  mendorong para anggotanya untuk terus dapat memberikan bantuannya. Semua usul dilayangkan, lalu dibahas dan banyak yang sudah dijalankan. Etos yang dimiliki organisasi WWOOF adalah salah satunya akan selalu terus berkembang dan mengalami perbaikan. Saat ini, terdapat organisasi WWOOF yang berdiri sendiri di banyak negara dengan caranya masing-masing dalam mengatur organisasinya masing-masing, tetapi tujuannya tetap sama. Para pemilik lahan yang berada di negara yang tidak ada kelompok nasionalnya akan terdaftar sebagai anggota organisasi WWOOF secara mandiri.

Perkembangan Organisasi

Konferensi Internasional Organisasi WWOOF pertama diadakan pada tahun 2000 dengan perwakilan dari 15 negara.

Konferensi tersebut menghasilkan kesepakatan untuk:
• Membina perincian rencana mengenai peserta, pemilik lahan dan tata cara.

Mendorong dan mendukung pendirian organisasi WWOOF di negara-negara berkembang.

Keadaan Organisasi

Beberapa tahun terakhir ini, banyak organisasi WWOOF yang baru didirikan. Dengan bantuan dan dukungan dari kelompok yang ada, sudah lebih dari 50 kelompok di seluruh dunia yang terbentuk sampai tahun 2012.

Perubahan kepanjangan nama terjadi karena permintaan periode waktu yang lebih lama sehingga menjadi Willing Workers On Organic Farms ‘Kemauan Bekerja di Ladang Pertanian Organik’. Namun, penggunaan kata “kerja” dalam kepanjangan namanya itu menyebabkan masalah di beberapa wilayah karena organisasi ini menjadi penghubung dengan para imigran untuk bekerja secara ilegal dan dipandang sebagai organisasi rahasia para pekerja imigran.

Oleh karenanya, bersamaan dengan pertimbangan dari negara-negara di seluruh dunia, hakikat organisasi ini menjadi World Wide Opportunities On Organic Farms ‘Kesempatan Bertani Organik di Seluruh Dunia’. Perubahan kepanjangan nama itu diterima pada pertemuan yang diselenggarakan pada tahun 2000, meskipun beberapa kelompok lebih menyukai penggunaan kepanjangan nama yang lama.

Dengan berbagi pengalaman dari negara-negara yang berhasil merundingkan pemahaman secara umum mengenai organisasi WWOOF dimana pertukaran budaya dan pengalaman belajar yang tanpa halangan, diharapkan organisasi-organisasi nasional yang masih mengalami masalah dengan pihak imigrasi akan dapat berpengaruh.

Beraksi bersama-sama menjadi semakin penting karena telah memberikan manfaat bagi kelompok organisasi WWOOF di kancah dunia selama bertahun-tahun. Dan, pada pertemuan internasional lainnya di Korea tahun 2011, disepakati bahwa perlunya membentuk Federasi Organisasi WWOOF (FOWO atau Federation of WWOOF Organisations). Visi tersebut akan terwujud pada tahun 2013 apabila ada lebih dari 50 kelompok organisasi WWOOF yang sudah bergabung di seluruh dunia .

Saat ini, organisasi WWOOF diketahui telah berkontribusi penting dalam menyebarluaskan dunia organik sehingga menyebabkan semakin banyak orang yang terikat langsung dengan petani organik baik secara mandiri maupun melalui organisasi-organisasi lain yang berusaha mempengaruhi kebijakan dan permintaan konsumen. Melalui buletinnya, organisasi WWOOF menginformasikan kepada para anggotanya berita, pandangan, pekerjaan dan pelatihan mengenai organik.

Organisasi WWOOF masih terus berkembang dan ‘untuk organisasi WWOOF’ telah menjadi kosakata tersendiri. Para peserta telah meluangkan satu bulan lebih untuk membantu para petani organik, sebaliknya para pemilik lahan telah memberikan waktu, pengalaman, dan memberi jalan keluar tentang hidup yang  dapat terus mengubah kehidupan masyarakat secara hakiki.

Sumber: www.wwoof.net/history-of-wwoof/

Diterjemahkan oleh Agustina Firdyaningsih

Anggota Komunitas Bangun Desa Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

facebook comments: