Solid Rain, Sebuah Inovasi dari Meksiko

By admin
In Artikel
Feb 8th, 2016
1 Comment
840 Views

Tidak Ada Lagi Kekeringan: Solid Rain (Hujan Padat), Sebuah Inovasi dari Meksiko

Seorang insinyur asal Meksiko, Sergio Jesus Rico Velasco, telah mengembangkan sebuah sistem pengairan tanaman dalam bentuk padat di lahan-lahan pertanian sebagai sebuah alternatif pemecahan masalah kekeringan yang melanda beberapa wilayah Meksiko sebelah utara dan untuk lebih memdayagunakan sistem irigasi pertanian.

Teknologi yang dikembangkan oleh perusahaan Rico Velasco ini terdiri dari kemampuan serangkaian komponen yang bermolekul dapat menyerap dan menampung sebanyak 500 kali berat jenis air sehingga cukup berpotensi sebagai penyimpan air. Penyimpan air ini disebut silo air yang mengandung partikel potassium polyacrylate. Yang selanjutnya menjadi hujan padat yang dapat mengairi dan menumbuhkan tanaman.

Hujan padat merupakan hasil pengikatan silo air dengan air hujan yang ditampung sebelumnya sesuai dengan kuantitas yang diperlukan, misalnya 10 gram silo air per liter air dengan pertimbangan penggunaan selanjutnya bahkan satu tahun ditampung setelah masa penanaman dan masa panen. Hujan padat ini disimpan di lokasi yang tidak terpapar sinar matahari.

solid-rain-3Partikel silo air itu memiliki rentang waktu penggunaan hingga sepuluh tahun yang dapat diganti dan setelahnya dialiri air kembali setiap siklus panen. Selama dalam rentang waktu tersebut, partikel silo air itu dapat mencegah penguapan pada tanaman dan selalu menyediakan kebutuhan air sehingga tanaman tidak akan layu.

Keefektifan silo air ini benar-benar sudah dibuktikan. Rico Velasco sebenarnya telah mengadakan uji coba pada lahan pertanian jagung yang berlokasi di luar wilayah desa Aguahedionda di daerah Jalisco. Rico Velasco menerapkan dua sistem irigasi yaitu sistem irigasi tradisional dan sistem hujan padat. Sistem irigasi tradisional yang sumber air utamanya adalah air hujan yang mengalir ini dapat menghasilkan panen 600 kilogram padi per hektarnya, sedangkan sistem irigasi hujan padat bisa memperoleh 10 ton padi per hektar.

Teknologi tersebut juga telah berhasil diterapkan di India dalam peningkatan hasil perkebunan pepaya, mangga, kacang tanah, kapas, gandum, dan kelapa. Begitu juga di Kolombia, yang digunakan untuk meningkatkan hasil perkebunan rumah kaca bunga mawar dan bunga anyelir. Para peneliti mencatat bahwa teknologi ini dapat menghemat biaya irigasi sebesar 75% dan meningkatkan jumlah daun dan bunga sebesar 100% dan pertumbuhan akar sebesar 300%.

Proses penggurunan tanah yang terus-menerus terjadi, perubahan iklim dan musim hujan yang tidak menentu menyebabkan proyek ini menjadi mutlak sangat penting karena kemampuannya menyimpan air hujan dalam kantong-kantong atau dalam bentuk padat sehingga dapat dibawa ke tempat yang mengalami kekeringan parah.

Selain itu, teknologi yang telah disebutkan ini belum disebarluaskan ke masyarakat seperti halnya dengan pemanfaatannya yang berguna bagi seluruh umat manusia.

Sistem irigasi hujan padat ini sudah masuk nominasi Global Water Award, yaitu sebuah penghargaan dunia terhadap upaya pelestarian air yang diadakan setiap tahun oleh Stockholm International Water Institute (SIWI) di Stockholm, Swedia , pada tahun 2012.

Sumber:http://www.wfo-oma.com/climate-change/case-studies/never-again-droughts-solid-rain-a-mexican-innovation.html

Diterjemahkan oleh: Agustina Firdyaningsih

Relawan Bangun Desa Indonesia

One Response to “Solid Rain, Sebuah Inovasi dari Meksiko”

  1. lasealwin says:

    Luar biasa. Sebuah solusi ditengah maraknya elnino. Coba diterapkan di Indonesia pasti akan sangat membantu petani. terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

facebook comments: