Pembagian SHU Di Koperasi

By admin
In Artikel
Nov 8th, 2015
0 Comments
754 Views

Koperasi adalah sebuah system ekonomi yang dapat diterapkan dalam aspek micro kedalam sebuah badan usaha. Badan usaha yang dikelola koperasi memiliki keunikan, karena pembagian keuntungannya sangat adil sebanding dengan partisipasi anggota dalam berusaha di koperasi tersebut.

Berikut ini kami paparkan bagaimana pembagian keuntungan dihitung dalam koperasi, kami berikan 2 contoh anggota yang berbeda supaya dapat menjadi pembanding:

Jika Diketahui Diakhir tahun Data Koperasi Bina Desa sebagai berikut:

  • Total Simpanan Pokok & Wajib = Rp 50.000.000
  • Total Omzet Koperasi                   = Rp 750.000.000
  • SHU Koperasi                                 = Rp 100.000.000
  • SHU dibagikan                               = 60%
  • Prosentase Pemilik: Pelanggan  = 30 : 70 (30 juta : 70 juta)
Nama Faris Budi
Jumlah Simpanan Pokok & Wajib 1.500.000 500.000
Simpanan Sukarela 2.000.000 300.000
Transaksi di Koperasi

Pembelian Barang (Kop Konsumen)

Peminjaman Uang (Kop. Kredit)

Supply Barang (Kop. Produsen)

50.000.000 5.000.000
SHU x Akhir Tahun sebagai Pemilik = jumlah simpanan x (dibagi) total simpanan koperasi (dikali) bagian shu untuk pemilik = 1,5 juta /50 juta X 30 juta

= 900.000

= 0,5 juta / 50 juta X 30 juta

= 300.000

SHU y Akhir Tahun sebagai Pelanggan = jumlah transaksi y (dibagi) total transaksi koperasi (dikali) bagian shu untuk pelanggan. = 50 juta / 750 juta X 70 juta

= 4,67 juta

Rp 4.670.000 (SHU Faris akhir Tahun)

= 5 juta / 750 juta X 70 juta

= 0,467 juta atau 467 ribu

 

Rp 467.000 (SHU Budi Akhir Tahun)

 

Koperasi secara umum memperhitungkan dua peran anggota yaitu sebagai pemilik dan pelanggan. Namun untuk koperasi yang lebih maju lagi, akan menambahkan satu indicator lagi yaitu partisipan aktif. Peran sebagai pemilik adalah partisipasi anggota dalam membayar simpanan pokok dan simpanan wajib. Peran sebagai pelanggan adalah partisipasi anggota dalam memanfaatkan jenis usaha koperasi.  Di koperasi konsumen tentu besarnya transaksi pembelian barang-barang oleh anggota di koperasi, dalam koperasi produsen adalah banyaknya anggota menyuplai barang dikoperasi, kemudian dalam koperasi simpan pinjam adalah jumlah pinjaman yang dilakukan oleh anggota ke koperasi. Sementara peran sebagai partisipasi aktif adalah, peran anggota dalam berkegiatan di koperasi seperti acara bakti social, pendidikan koperasi, piknik bersama, kegiatan keagamaan, dll.

Bagaimana perbandingan SHU diantara Pemilik : Pelanggan : Partisipan aktif, ini semua tergantung dari kebijakan dari pengurus koperasi yang tentu sudah mempertimbangkan rapat anggota. Biasanya prosentase inilah yang disepakati dalam rapat anggota tahunan, dan bisa berubah setiap tahun tergantung kebijakan koperasi. Opsi kebijakan bisa diambil dengan mempertimbangkan kondisi koperasi, misalkan koperasi sedang ingin menambah modal untuk investasi, maka koperasi akan menaikkan prosentase dari aspek Pemilik, jika koperasi ingin segera menghabiskan stock barang atau permintaan barang meningkat, maka koperasi bisa menaikkan prosentase dari aspek Pelanggan.

rumus-shu-per-anggota-dengan-model-matematikaMengapa serumit itu perhitungan SHU di koperasi? Sebenarnya tidak rumit, jika koperasi didukung dengan software yang memadai, semua transaksi tentu akan tercatat dalam aplikasi e-coop yang kami berencana untuk meluncurkannya. Inilah keadilan yang harus dipertahankan dikoperasi, semakin aktif peran anggota dikoperasi, semakin banyak juga nilai manfaat yang anggota dapatkan di koperasi.

Hal ini tentu berbeda dengan yang diterapkan di swalayan-swalayan konvensional yang familiar di sekitar kita, swalayan system member yang diberikan tidak lebih dari sekedar hadiah atau diskon yang sejatinya sudah diperhitungkan oleh pihak perusahaan sebagai bagian dari beban rutin. Dan bagi kita sebagai pelanggan biasa, tidak akan mendapatkan bagian dari keuntungan dari perusahaan. Karena keuntungan perusahaan pasti lebih banyak disetorkan kepada para pemilik modal.

Bagaimana? Tertarik menerapkan system koperasi? Penulis terbuka untuk diajak diskusi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

facebook comments: