Memaknai berkebun (Part 2-Habis)

By farisbudi
In Muhasabah
Nov 29th, 2014
0 Comments
543 Views
Pengairan, air adalah sumber dari kehidupan. Berkah Allah SWT menciptakan sebagian besar dari Bumi ini adalah air, karena memang nilai manfaatnya yang sangat luar bisa. Lebih dari 70% tubuh kita juga terdiri dari unsur air. Fungsi air sangat vital, pun dalam diri manusia. Nilai-nilai filosofis air juga sudah banyak dibahas dalam blog dan artikel, sudah tidak diragukan lagi air memiliki banyak manfaat. Artikel ini cukup lengkap mengaitkan air dengan filosofi hidup http://www.ulilalbab.com/2012/03/filosofi-air-dari-aji-tirta-jati.html .
Dalam kacamata penulis, Air bisa diibaratkan sebagai gabungan dari iman, islam, dan ikhsan. Tanpa ketiga elemen tersebut, kehidupan ini tidak akan berarti apa-apa. Nilai air ini memang tinggi dalam kehidupan ini. Oleh karena itu, dalam setiap tantangan dan pertumbuhan diri penulis, ketika apapun yang kita lakukan di dunia ini, penulis akan terus merefresh dan mengevaluasi di setiap perjalanannya untuk dikembalikan pada iman, islam, dan ikhsan. Ketiganya menjadi penyejuk, petunjuk, dan penerang jalan kehidupan di dunia ini.
Panen, akhir penantian panjang dalam berkebun adalah pemanenan. Aktifitas ini menimbulkan kelegaan yang penuh dengan rasa syukur. Kerja keras merawat tanaman dan menumbuhkan pepohonan, akhirnya terbayar tuntas dengan hasil panen yang melimpah. Namun, Apakah dengan melakukan 5 hal, yang disebutkan diatas dapat menjamin hasil panen yang melimpah? Tentu saja tidak. Semua tergantung oleh pemberian Allah. Begitu pula dalam kehidupan kita, semua upaya maksimal sudah dilakukan, tindakan maksimal sudah dilaksanakan, perencanaan yang matang, eksekusi dengan penuh perhitungan, perawatan yang optimal semua masih tergantung pada Sang Pemberi Keputusan.
Sebagai manusia yang tak pernah terhidar dari perbuatan salah dan lupa, manusia wajib untuk terus berdoa, dan berupaya agar pada masa akhir kehidupan kita dapat diberikan kenikmatan yang ditunggu-tunggu yaitu balasan surga dari Allah SWT melalui ridho-Nya. Penulis sendiri yang masih sangat dangkal dapat berbicara tema ini, juga tidak bisa panjang lebar menerangkan dan menjelaskan apa yang sudah dirangkum dalam Firman-Nya di Al-Quran. Peran penulis hanyalah terus menerus berupaya agar kelak Allah memberikan ridho-Nya kepada kita semua menjadi manusia-manusia pilihan-Nya yang mampu bersanding dengan Nabi dan Rosul, menjadi manusia-manusia yang mampu memberikan manfaat dan petunjuk bagi manusia lainnya.
Demikianlah, sharing pada Sabtu sore ini, semoga bermanfaat. Penulis sangat terbuka akan masukan dan kritikan dalam artikel ini, sampaikan langsung dalam komentar atau email ke farisbuditrinugroho@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

facebook comments: