Memaknai berkebun (Part 1)

By farisbudi
In Muhasabah
Nov 29th, 2014
0 Comments
599 Views

Sobat petagoritma yang di rahmati Allah,

Sudah lama ni, ane gak buat tulisan. Maklum banyak tugas menumpuk di akhir tahun, mumpung di hari Sabtu, pada sesi kali ini ane akan sharing tentang filosopi berkebun. Ya, berkebun adalah suatu aktiftas yang penuh dengan inspirasi. Apa aja yang bisa ane sharing dalam aktifitas saya berkebun di tengah hiruk pikuk Jakarta, berikut inspirasinya;
 
Sebelum berkebun, perlu kita persiapkan media tanam yang penuh dengan nutrisi. Nutrisi ini yang nantinya menjadi sumber makanan untuk pertumbuhan tanaman. Sama seperti kehidupan kita, sebelum menajadi manusia dewasa yang siap menghadapi tantangan kedepan. Menjalani karir dan passion dengan penuh komitmen, kita harus tau lingkungan seperti apa yang akan kita pilih. Teman-teman seperti apa yang ada di dekat kita, serta hasrat seperti apa yang kita cari. Semua itu nantinya yang akan membesarkan kita, layaknya tanah yang penuh dengan nutrisi.
 
Pilih bibit yang unggul, karena bibit yang unggul akan lebih mudah untuk tumbuh dan tahan terhadap gangguan. Bibit diibaratkan adalah diri kita sendiri, untuk menjadi manusia yang unggul. Dari Imam Hasan Al Banna memberikan rambu-rambu dalam muwassafat http://www.jalanjuang.com/muwassafat-tarbiyyah/ dan menurut saya artikel tersebut cukup memberikan pengetahuan bagaiamana kita menjadi bibit yang unggul.
 
Setelah bibit ternanam, dan tumbuh biasanya kita melakukan perawatan yang salah satunya adalah pemupukan. Begitu pula dengan manusia, meskipun kita sudah memiliki modal pribadi yang unggul, dan hidup dalam lingkungan baik. Namun, jika diri kita tidak senantiasa memberkali dengan ilmu-ilmu baru yang terus berkembang, teknologi yang semakin maju. Semakin lama kita juga akan ketinggalan. Oleh karena itu, belajar, atau menajamkan gergaji dalam istilah seven habits, adalah keniscayaan. wajib hukumnya bagi muslim untuk mencari ilmu. Pupuk juga merupakan lauk pauk dalam makanan. Tanah sudah menyiapkan nasi untuk berkembang tanaman, namun jika makanan pendamping tak tersedia, pertumbuhan tanaman pun akan terganggu. Oleh karena itu, kita pun sudah sangat dibekali dengan ilmu-ilmu dasar seperti bahasa, agama, dan ekonomi. Namun, jika kita tidak menambah ilmu-ilmu lainnya. Pertumbuhan kita juga akan terganggu.
 
Penanganan hama dan penyakit, apapun jenis tanamannya ketika sudah mulai tumbuh gangguan hama dan penyakit senantiasa mengintai. Ketika tidak ada upaya preventif yang dilakukan bisa jadi tanaman yang mulanya tumbuh dengan baik, akan mati atau rusak. Begitu juga dengan diri kita, semakin bertumbuh dan berkembang, bersinggungan dengan teknologi dan ilmu-ilmu baru, bukan berarti kita bebas dari ancaman. Dimanapun kita berada, ancaman, pengaruh negatif, dan sifat-sifat buruk, akan terus hadir dalam diri kita. Semua ini tidak terlepas dari musuh utama kita yaitu syetan, baik dalam wujud jin maupun dalam wujud manusia. Sifat buruk ini, hingga kita dijemput ajalnya mereka akan terus menggelincirkan kita semua ke arah neraka. Oleh karena itu, selalu bentengi diri kita dari gangguan-gangguan tersebut, bisa dengan mengerjakan ibadah-ibadah sunah yang dianjurkan seperti puasa, tahajud, baca quran, sedekah, menjaga wudhu, dan masih banyak lagi. Rosulullah SAW sudah mencontohkan, tinggal bagaimana kita mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

facebook comments: